Laman

Laman

Halaman

Rabu, 04 Maret 2026

Badan Komunikasi nasional desa se-indonesia LPJ 2022

YEMINUS KOGOYA,S.H
KETUA UMUM BKNDI 
JAYAWIJAYA PAPUA PENGUNUNGAN


DEWAN PENGURUS DAERAH
 BADAN KOMUNIKASI NASIONAL DESA SE-INDONESIA
KABUPATEN JAYAWIJAYA
PROVINSI PAPUA
Keputusan Menteri Hukum dan Ham No.AHU-0012097.AH.01.07 2018  Notaris H.Zainudin,S.H No.C.1749 HT.03.02 HT.1999
Email:Yeminuskogoya@gmail.com,Hp: 082311440486,081247525518

SAMBUTAN SIRI TABUNI ALIAS BALIM RAJA

Kepada Seluruh Rakyat Lanny Jaya, Para Pejabat, Tokoh Masyarakat, dan Sahabat Sejati Kemajuan Daerah Kita

Pada hari yang bersejarah ini, saya dengan hati yang penuh rasa syukur menyampaikan sambutan ini – karena kita telah berhasil membawa pasangan Bupati dan Wakil Bupati kita meraih kemenangan dalam pemilihan yang lalu!

Bupati dan Wakil Bupati kita bukanlah orang asing bagi kita semua. Punya bapa dan mama ada ini – mereka tumbuh dan besar di tanah Lanny Jaya yang sama, merasakan kesulitan dan harapan yang sama dengan kita semua. Mereka dipilih bukan hanya sebagai pemimpin, melainkan sebagai perwakilan hati nurani seluruh rakyat yang menginginkan perubahan nyata.

Kita tidak bisa menyembunyikan bahwa ada suara dari pihak yang mendukung pasangan nomor 1 dan 3 yang tidak terpilih, yang menyatakan bahwa selama lima tahun mendatang mereka akan "ganggu terus", dengan dalih agar pembangunan tidak bisa jalan normal.

Saya ingin mengajak kita semua bertanya – ITU KALIAN DIMANA? Dimana kesetiaan kalian terhadap daerah dan rakyat Lanny Jaya? Dimana semangat persatuan yang kita junjung tinggi sebagai anak-anak Papua? Pembangunan tidak akan terhambat oleh ancaman semacam ini, karena hati rakyat sudah memilih jalan yang benar!

Bahkan hari ini saja, dari distrik MoKoni yang saya banggakan, dua kampung yang sebelumnya mendukung nomor 1 dan 3 – yaitu Kampung Bigipura dan Kampung Alome – telah dengan sukarela bergabung dalam barisan kita yang berjuang untuk kemajuan daerah! Ini adalah bukti bahwa hati rakyat lebih memilih kerja sama daripada perpecahan, lebih memilih harapan daripada kebingungan.

Kita tidak ingin menghalangi siapapun untuk berkontribusi pada pembangunan Lanny Jaya. Namun, jika ada pihak yang masih ingin mengganggu proses kemajuan kita, mari kita ingatkan mereka bahwa rakyat sudah berbicara – dan rakyat akan selalu berdiri di pihak yang bekerja untuk kesejahteraan bersama.

Bupati dan Wakil Bupati kita telah siap menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Mari kita dukung mereka dengan segala cara, bersama-sama membangun infrastruktur yang kokoh, pendidikan yang berkualitas, kesehatan yang terjangkau, dan ekonomi yang makmur bagi seluruh lapisan masyarakat Lanny Jaya.

Kemenangan kita hari ini adalah awal dari babak baru bagi daerah kita. Mari kita jadikan setiap langkah kita sebagai bukti bahwa Lanny Jaya mampu bangkit dan bersinar sebagai salah satu daerah yang maju di Tanah Papua!

Terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan. Bersama kita bisa, bersama kita maju!

Siri Tabuni alias Balim Raja


 Kamis 26 februari 2026

Tolikara misi [Tolmis] 

#papua pengunungaan

#lanny jaya

Sabtu, 28 Februari 2026

Rangkuman Notulen Launching dan Bedah Buku “Thom Beanal: Pastor Awam, Kepala Suku dan Bapak Bangsa Papua”

Jayapura, 26 Februari 2026_ 

Pengantar

Acara launching dan bedah buku tiga jilid tentang Thom Beanal diselenggarakan di Jayapura, sekaligus memperingati 27 tahun pertemuan Tim 100 dengan Presiden BJ Habibie. Kegiatan dihadiri oleh tokoh masyarakat, gereja, akademisi, mahasiswa, LSM, keluarga, dan perwakilan organisasi politik Papua.


A. Pembukaan

MC menyampaikan salam Papua, ucapan selamat, dan susunan acara.

Doa oleh Pdt. Reinhard Ohee (Wakil Presiden GIDI).

Sambutan Tim Penulis (Markus Haluk) dan Penyerahan Buku: Menyerahkan buku trilogi kepada keluarga. Buku mengabadikan hidup dan karya Thom Beanal di gereja, adat, politik, LSM, dan Freeport. Diserukan agar pemerintah menghentikan militerisme dan penguasaan investasi yang merugikan rakyat Papua.

Keluarga (Florensius Beanal): Mengungkapkan bahwa Thom Beanal adalah panutan yang lebih banyak memberi teladan daripada nasihat.

B. Launching Buku

Pemukulan Tifa oleh perwakilan tokoh masyarakat, agama, pemuda, perempuan, dan jurnalis, disertai foto bersama.

C. Bedah Buku (Dipandu Markus Haluk)

Para pembedah dari berbagai latar menyoroti keteladanan dan perjuangan Thom Beanal:

1. Aspek Pastoral (Abdon Bisei, RD Yosep Ikikitaro):

●Thom Beanal adalah pastor awam (diakon permanen) yang melayani umat, kemudian terjun ke dunia politik dan perjuangan hak rakyat. 

●Ia menjadi model “dari altar ke pasar” dengan spiritualitas keadilan dan perdamaian.

2. Aspek Adat (Wenan Watori, Deny, dll):

●Thom adalah pemimpin adat Melanesia tulen: rendah hati, jujur, setia, dan menjunjung nilai adat. 

●Ia mendirikan LEMASA dan memperjuangkan hak masyarakat adat Amungme. 

●Diusulkan pendirian sekolah kepemimpinan adat Melanesia.

3. Aspek HAM dan Politik (Anum Siregar, Fritz Ramandey, Herman Awom, Menase Tabuni):

●Thom Beanal konsisten memperjuangkan HAM, lingkungan, dan hak-hak orang Papua melalui jalur damai dan diplomasi internasional (misal gugatan ke Freeport di AS, pertemuan dengan senator AS).

●Ia adalah pemimpin karismatik, moderat, rendah hati, dan mengutamakan keputusan kolektif. Bersama Theys Eluay, ia menjadi fondasi perjuangan politik Papua (PDP, Tim 100, Kongres Papua).

●Kecerdasannya memanfaatkan berbagai kanal (politik, hukum, internasional) untuk menyuarakan aspirasi Papua.

4. Kesaksian Keluarga dan Rekan (Florensius Beanal, Hardus Desa, Demi Bebari, dll):

● Thom adalah pribadi berintegritas, konsisten, konsekuen, dan pemaaf. Ia tidak menuntut permintaan maaf, melainkan mengutamakan rekonsiliasi. 

●Perjuangannya dilandasi iman dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

5. Tanggapan Akademisi (Dr. Budi Hernawan via daring):

● Mengajak untuk menghidupkan kembali semangat Thom Beanal, bukan sekadar mengenang. 

●Penting mendokumentasikan sejarah dan menetapkan hari-hari penting perjuangan Papua.

6. Suara Generasi Muda dan Perempuan (Ibu Raga Kogoya, Alfonsa Wayab, dll):

●Generasi muda butuh bimbingan dari para tetua agar perjuangan tidak kehilangan arah. Mereka mengapresiasi buku ini sebagai warisan sejarah dan motivasi.

D. Kesimpulan Umum

Thom Beanal sebagai:

1. Pastor Awam: Berintegritas, komitmen, konsisten, mengampuni, dan memperjuangkan keadilan tanpa kekerasan.

2. Kepala Suku / Tokoh Adat: Rendah hati, jujur, menjunjung adat Melanesia, menghormati musuh, dan memiliki pengetahuan budaya yang mendalam.

3. Bapak Bangsa: Pemimpin moderat, karismatik, pendengar, perekat persatuan, cerdas dalam strategi politik, dan menjadi teladan perjuangan damai.

E. Saran / Rekomendasi

Dokumentasi Sejarah: Pentingnya pendokumentasian sejarah perjuangan bangsa Papua secara sistematis.

Kalender Sejarah:  Inventarisasi dan penetapan hari-hari besar/bersejarah Papua.

Evaluasi, Rekonsiliasi, dan Persatuan: Perlunya evaluasi perjuangan, rekonsiliasi antar komponen, dan penguatan persatuan (terutama di PDP dan organisasi politik).

Jilid IV Buku: Usulan penerbitan jilid keempat untuk melengkapi kisah dan nilai-nilai perjuangan Thom Beanal.

Penguatan Kelembagaan: Para tetua dan panel yang masih ada diminta bersatu dan memberikan solusi bagi generasi muda.

F. Penutup

Acara ditutup dengan nyanyian “Tanah Papua” dan doa oleh Mama Erlina Morip. Semangat yang digaungkan: “Kami masih ada dan akan melanjutkan misimu bagi gereja dan bangsa Papua.”

Jayapura, 26 Februari 2026

#Diteruskanoleh:

#Ykmsosiawan

Puisi lentera merah. Pesan Ernesto Che Guevara untuk Kaum Muda

   


Kami percaya bahwa perjuangan revolusioner adalah suatu perjuangan yang sangat panjang, sangat sulit. sulit, tetapi jelas tidak berarti mustahil, bahwa suatu kemenangan revolusi di suatu negara hanya akan terjadi di negara itu saja, (Che Guevara).

Kalau aku boleh memilih untuk berjuang, mungkin saat ini aku ingin tinggal bersama kalian. melewati jalanan yang padat lalu lintas, dengan iring-iringan spanduk yang panjang, kalian ketuk nurani para penguasa. kaum yang berbaju megah, berkendaraan bagus dan punya mobil mengkilap. kalian pertaruhkan segalanya, kesempatan untuk hidup senang, kemapanan pekerjaan, dan sekolah yang kini kian mahal. buang segala teori sosial yang ternyata tak bisa membaca kenyataan. keluar kalian dari training-training yang pada akhirnya tidak membuat kita paham dan mau membela orang miskin. kupilih tinggal serta berjuang di hutan karena di sana aku kembali mendengar rintih dan suara orang yang hidupnya menderita.


andaikan aku masih diberi kesempatan untuk kembali ke negerimu pastilah aku enggan untuk duduk di kursi. akan aku habiskan waktuku untuk mengelilingi kotamu yang padat dengan orang miskin. akan kusapa setiap anak lapar yang menjinjing bekas botol minuman untuk mendapat uang receh. akan aku datangi para nelayan yang kini lautnya dipenuhi oleh pipa-pipa gas perusahaan asing. akan kubantu para buruh bangunan yang menghabiskan waktunya untuk memanggul alat-alat berat. dan akan kutemani para buruh pabrik yang masih saja diancam oleh PHK. tentu aku akan mendatangimu anak muda, yang resah dengan kenaikan BBM atau proyek pendidikan yang kian hari kian mahal. kurasa aku tidak bisa istirahat jika tinggal di negerimu.


kalau aku boleh memilih untuk melawan, mungkin sekarang ini aku akan duduk bersama kalian. aku akan bilang kalau perjuangan bukan saja melalui tulisan, puisi, buku, apalagi setajuk proposal.! perjuangan butuh keringat, pekikan suara, dan dentuman kata-kata. kita bukan melawan seekor siput tapi buaya yang akan menerkam jika kita lengah. hutan rimba mengajariku untuk tidak mudah percaya pada mulut-mulut manis. hutan rimba mendidikku untuk tidak terlalu yakin dengan janji. aku sudah hafal mana tabiat srigala dan mana watak kelinci. kalau kau baca tulisanku, mustinya kau bisa meyakini, kalau kekuasaan hanya bisa bertahan selama kita mematuhinnya. kekuasaan bisa bertahan selama mereka mampu menebar ketakutan. dan aku sejak dulu dididik untuk selalu sangsi dan curiga pada penguasa!


kalau aku bisa memilih, mungkin sekarang aku ingin berjalan dengan kalian. menonton orang-orang pandai berdebat di muka televisi atau aktivis yang melacurkan keyakinannya. ngeri aku menyaksikan orang-orang pandai yang berbohong dengan ilmunya. sederet angka dibuat untuk membuat orang percaya bahwa si miskin makin hari makin berkurang. menonton aktivis senior yang kini juga berebut untuk duduk jadi penguasa. katanya: di dalam kekuasaan tidak ada suara rakyat maka kita mengisinya. aku bilang, itulah para pembual yang yakin jika perubahan bisa muncul karena kita duduk di belakang meja. demokrasi acap kali berangkat dari dalil yang naif seperti itu. aku sayangnya tak lagi bisa memilih, untuk berdiri dan berbincang dengan kalian semua.


anak muda, aku telah tuliskan puluhan karya untuk menemanimu. dibungkus dengan sampul wajahku, yang tampak belia dan mungkin tampan, aku tuangkan pesan kepada kalian. keberanian yang membuat kalian akan tahan dalam situasi apapun! hutan melatihku untuk percaya kalau kemapanan, kenikmatan badaniah, apalagi kekayaan hanya menjadi racun bagi tubuh kita. kemapanan membuat otakmu makin lama makin bebal. kau hanya mampu mengunyah teori untuk disemburkan lagi. kemapanan membuat hidupmu seperti seekor ular yang hanya mampu berjalan merayap. kekayaan akan membuat tubuhmu seperti sebatang bangkai. hutan melatihku untuk menggunakan badanku secara penuh. kakiku untuk lari kencang bila musuh datang dan tanganku untuk mengayun pukulan jika aku diserang. anak muda, nyali sama harganya dengan nyawa. jika itu hilang, niscaya tak ada gunanya kau hidup!


keberanian itu seperti sikap keberimanan. jika kau peroleh keberanian maka kau memiliki harga diri. sikap bermartabat yang membuatmu tidak mudah untuk dibujuk. hutan membuatku selalu awas dengan ketenangan, kedamaian, dan cicit suara burung. hutan melatihku untuk sensitif pada suara apa saja. jangan mudah kau terpikat oleh kedudukan, pengaruh, dan ketenaran. kedudukan yang tinggi akan membuatmu seperti manusia yang diatur oleh mesin. kutinggalkan jabatan menteri karena hidupku menjadi lebih terbatas dan ruang sosialku dipenuhi oleh manusia budak, yang bergerak kalau disuruh. apalagi ketenaran hanya akan mendorongmu untuk selalu ingin menyenangkan semua orang, membuat lumpuh energi perlawananmu. ingat, racun segala perubahan ketika dirimu merasa nyaman.


rasa nyaman yang kini kusaksikan di sekelilingmu. anak-anak muda yang puas menjadi pekerja upahan sambil menyita tanah sesamanya. ada anak muda yang duduk di parlemen malah minta tambahan gaji! anak muda yang lain dengan tenaganya menyumbangkan diri untuk menjadi preman bagi kekuasaan bandit. bahkan pendidikan hukum mereka gunakan untuk membela kaum pengusaha ketimbang orang miskin. anak-anak muda yang banyak lagak ini memang tidak bisa dibinasakan. mereka hidup karena ada kemiskinan, keculasan kekuasaan, dan lindungan proyek lembaga donor. aku enggan untuk berjumpa dengan anak muda yang hanya mengandalkan titel, keperkasaan, dan kelincahan berdebat. aku ragu apakah mereka mampu serta sanggup untuk melawan arus.


arus itulah yang kini menenggelamkan nyali kita semua. murah sekali harga seorang aktivis yang dulu lantang melawan, tapi kini duduk empuk jadi penguasa. murah sekali harga idealisme seorang ilmuwan yang mau menyajikan data bohong tentang kemiskinan. murah sekali harga seorang penyair yang mau rame-rame mendukung pencabutan subsidi. aku gusar memandang negerimu, yang tidak lagi punya ksatria pemberani. seorang kstaria yang mau hidup dalam kesunyian dan dengan gagah meneriakkan perlawanan. tulisan adalah senjata sekaligus bujukan yang bisa menghanyutkan kesadaran perlawanan. kau harus berani mempertahankan nyalimu untuk selalu bertanya pada kemapanan, kelaziman, dan segala bentuk pidato yang disuarakan oleh para penguasa.


yang kauhadapi sekarang ini adalah sistem yang kuncinya tidak terletak pada satu orang. kau berhadapan dengan dunia pendidikan yang menghasilkan ilmu tentang bagaimana jadi budak yang baik. kau kini bergulat dengan teman-temanmu sendiri yang bosan hidup berjuang tanpa uang. kau sebal dengan parlemen yang dulu ikut kau pilih, tetapi kini tambah membuat kebijakan yang menyudutkan rakyat. kau perlahan-lahan jadi orang yang hanya mampu melampiaskan kemarahan tanpa mampu untuk merubah. kau kemudian percaya kalau pemecahannya adalah melalui mekanisme, partisipasi, dan dukungan logisistik yang mencukupi. kau diam-diam tak lagi percaya dengan revolusi. kau yakin perubahan bisa berjalan kalau dijalankan dengan berangsur-angsur dan membuat jaringan. gerakanmu lama-lama mirip dengan bisnis malam.


saudaraku yang baik! hukum perubahan sosial sejak dulu tidak berubah. kau perlu dedikasikan hidupmu untuk kata yang hingga kini seperti mantera: lawan! lawanlah dirimu sendiri yang mudah sekali percaya pada teori perubahan sosial yang hanya cocok untuk didiskusikan ketimbang dikerjakan. lawanlah pikiranmu yang kini disibukkan oleh riset dan penelitian yang sepele. kemiskinan tak usah lagi dicari penyebabnya tapi cari sistem apa yang harus bertanggung jawab. ajak pikiranmu untuk membaca kembali apa yang dulu kukerjakan dan apa yang sekarang dikerjakan oleh gerakan sosial di berbagai belahan dunia. gabungkan dirimu bukan dengan LSM, tapi bersama-sama orang miskin untuk bekerja membuat sistem produksi.! tak ada yang bermartabat dari seorang anak muda, kecuali dua hal: bekerja untuk melawan penindasan dan melatih dirinya untuk selalu melawan kemapanan.

 

Puisi lentera merah. Pesan Ernesto Che Guevara untuk Kaum Muda

#puisi #lentera #merah#

#pemulung #cerita #jalanan

#puisilenteramerah

#Diteruskanoleh-Ykmsosiawan

Jumat, 27 Februari 2026

Yayasan Nelson Mandela Navigasi situs

 


Yayasan Nelson Mandela

Saat berbicara

Pidato panjang, mengepalkan tinju, membanting meja, dan resolusi yang berisi kata-kata keras yang tidak sesuai dengan kondisi objektif tidak akan menghasilkan aksi massa dan dapat sangat merugikan organisasi dan perjuangan yang kita layani.

PIDATO PRESIDEN DI KONGRES ANC TRANSVAAL, JUGA DIKENAL SEBAGAI PIDATO 'TIDAK ADA JALAN MUDAH MENUJU KEBEBASAN', TRANSVAAL, AFRIKA SELATAN, 21 SEPTEMBER 1953

Tentang masa depan

Banyak orang di negara ini telah membayar harganya sebelum saya dan banyak lagi yang akan membayar harganya setelah saya.

PIDATO PEMBELAAN HUKUMAN SETELAH DIHUKUM KARENA MENGHASUT PEKERJA UNTUK MOGOK DAN MENINGGALKAN NEGARA SECARA ILEGAL, SINAGOGA LAMA, PRETORIA, AFRIKA SELATAN, NOVEMBER 1962

Tentang gerakan pembebasan

Seandainya aku bisa mengulang waktu, aku akan melakukan hal yang sama lagi. Begitu pula dengan setiap pria yang berani menyebut dirinya pria.

PIDATO PEMBELAAN HUKUMAN SETELAH DIHUKUM KARENA MENGHASUT PEKERJA UNTUK MOGOK DAN MENINGGALKAN NEGARA SECARA ILEGAL, SINAGOGA LAMA, PRETORIA, AFRIKA SELATAN, NOVEMBER 1962

Mengenai tantangan

Kesulitan menghancurkan sebagian orang, tetapi membentuk sebagian lainnya. Tak ada kapak yang cukup tajam untuk memotong jiwa seorang pendosa yang terus berusaha, yang dipersenjatai dengan harapan bahwa ia akan bangkit bahkan pada akhirnya.

DARI SURAT UNTUK WINNIE MANDELA, DITULIS DI PULAU ROBBEN, 1 FEBRUARI 1975

Tentang persahabatan

Saya menyukai teman-teman yang memiliki pemikiran mandiri karena mereka cenderung membuat Anda melihat masalah dari berbagai sudut pandang.

DARI MANUSKRIP OTOBIOGRAFI YANG BELUM DIPUBLIKASIKAN, DITULIS DI PENJARA, 1975

Tentang kesetaraan

Saya tidak pernah menganggap siapa pun sebagai atasan saya, baik dalam kehidupan saya di luar maupun di dalam penjara.

DARI SURAT KEPADA JENDERAL DU PREEZ, KOMISIONER PENJARA, DITULIS DI PULAU ROBBEN, CAPE TOWN, AFRIKA SELATAN, 12 JULI 1976

Tepat waktu

Saya tidak pernah memikirkan waktu yang telah hilang. Saya hanya menjalankan program karena program itu sudah ada. Program itu sudah direncanakan untuk saya.

DARI PERCAKAPAN DENGAN RICHARD STENGEL, 3 MEI 1993

Saat kematian

Kematian adalah sesuatu yang tak terhindarkan. Ketika seseorang telah melakukan apa yang dianggapnya sebagai kewajibannya kepada rakyat dan negaranya, ia dapat beristirahat dengan tenang. Saya percaya saya telah melakukan upaya itu dan karena itulah saya akan tidur untuk selamanya.

DARI WAWANCARA UNTUK FILM DOKUMENTER MANDELA, 1994

Tentang ideologi

Saya tidak memiliki keyakinan khusus kecuali bahwa tujuan kami adil, sangat kuat, dan semakin banyak mendapat dukungan.


#Ykmsosiawan#meninspirasi

#OlehNelsonMandela

#Catatan NM.BerMAkNA

#papua

PERINGATAN KERAS UNTUK PEMERINTAH KABUPATEN LANNY JAYA


Satu tahun masa kepemimpinan berjalan, namun yang terlihat bukan kemajuan, melainkan konflik yang terus berulang. Situasi keamanan di Kabupaten Lanny Jaya maupun di Wamena sebagai ibu kota Provinsi Papua Pegunungan semakin memprihatinkan.

Pergantian kepala kampung, kepala distrik, kepala sekolah, serta pejabat di berbagai bidang dilakukan tanpa pendekatan sosial yang matang dan tanpa komunikasi terbuka kepada masyarakat. Akibatnya, masyarakat terpecah, perang terjadi, pemalangan jalan terus berlangsung, aktivitas pemerintahan dan ekonomi terganggu, dan rasa aman perlahan hilang.

Ini bukan persoalan kecil. Ini adalah kegagalan pemerintahan dalam membaca dampak kebijakan terhadap struktur sosial masyarakat.

Pemimpin yang bijak memahami bahwa di Papua Pegunungan, jabatan bukan sekadar administrasi. Jabatan menyangkut harga diri, kehormatan, keseimbangan adat, dan relasi sosial antar marga maupun kelompok. Mengganti secara tiba-tiba tanpa komunikasi sama saja dengan menyulut api di tengah masyarakat yang sensitif terhadap keseimbangan sosial.

Kami menilai:

Kebijakan yang tidak terukur telah memicu konflik horizontal.

Pendekatan kepada tokoh adat, tokoh gereja, dan tokoh masyarakat sangat lemah.

Pemerintah terlihat tidak siap mengelola dinamika sosial daerahnya sendiri.

Belajarlah dari kepemimpinan sebelumnya di bawah Bapak Befa Yigibalom. Pada masa itu, stabilitas daerah relatif terjaga dan konflik besar jarang terjadi. Pergantian jabatan dilakukan dengan perhitungan matang, komunikasi dijaga, dan pendekatan adat dihormati. Pemerintahan sekarang seharusnya mampu mengambil pelajaran dari pola kepemimpinan tersebut, bukan justru mengulangi kesalahan yang memicu gejolak baru.

Kami juga menyampaikan dengan jujur bahwa masyarakat Lanny Jaya merasa malu. Konflik yang terus terjadi hingga meluas ke Wamena sebagai ibu kota provinsi membuat nama baik masyarakat Lanny Jaya dipandang negatif oleh kabupaten lain di Papua Pegunungan. Kabupaten lain melihat masyarakat Lanny Jaya seakan-akan selalu identik dengan konflik. Ini menyakitkan dan mencoreng harga diri kami sebagai orang Lanny.

Jangan salahkan masyarakat ketika situasi memanas. Pemerintah adalah pengambil keputusan. Setiap kebijakan yang memicu perang adalah tanggung jawab penuh pemimpin daerah.

Jika pergantian pejabat memang perlu dilakukan, maka lakukan secara serentak, transparan, terukur, dan melalui komunikasi terbuka dengan seluruh elemen masyarakat. Jangan mengganti nama secara diam-diam dan tiba-tiba karena hal itu hanya mempercepat konflik.

Kami tegaskan:

Hentikan kebijakan yang memecah belah.

Hentikan keputusan yang mengorbankan rakyat.

Utamakan kedamaian di atas kepentingan kelompok dan politik.

Bupati dan Wakil Bupati harus menyadari bahwa jabatan adalah amanah, bukan ruang eksperimen kebijakan tanpa perhitungan sosial. Kepemimpinan diuji bukan saat situasi tenang, tetapi saat mampu meredam konflik dan menjaga persatuan.

Rakyat Lanny Jaya tidak butuh janji.

Rakyat butuh keamanan.

Rakyat butuh stabilitas.

Rakyat butuh pemimpin yang menenangkan, bukan pemimpin yang kebijakannya memicu pertikaian.

Jika situasi ini terus berulang, maka masyarakat berhak menyebut kepemimpinan ini gagal menjaga stabilitas dan martabat daerah.

By: Solidaritas Masyarakat Lanny Jaya Peduli Kedamaian

#lannyjaya

#pemerintahlannyjaya

#Lannyjayadamai

#Bupatilannyjaya

#wakilbupatilannyjaya

@penggemar berat